translate

English French Japanese Arabic Chinese Simplified

Masukkan email untuk berlangganan:

Blog Archive

fblike

balacinema

Balaguris89

IDIonline

Membership P2KB IDI

widgeonline dan amungonline kirteng

bg banner dan widgeopr

networkedblogs

iklan adsensecamp

Tampilkan postingan dengan label Interna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interna. Tampilkan semua postingan

Senyawa Baru Yang Menghancurkan Bakteri TB

Sebuah senyawa baru yang menghancurkan bakteri tuberkulosis dengan menyerang empat jalur metabolik secara bersamaan dapat mengarah pada pengembangan obat tunggal untuk terapi TB. Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam nature chemical biology edisi 1 Februari 2009.


Kumpulan Artikel Pulmonologi

Ini adalah modul jurnal dalam bentuk file berformat PDF yang mungkin bisa berguna untuk kawan-kawan semua, agar selalu bisa membaca dan selalu belajar..silahkan cek untuk mengetahui apa isi dari modul tersebut.


Erdosteine, Cara Terkini Untuk Pengobatan PPOK

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau Penyakit Paru Obstrutif Kronis (PPOK) atau juga disebut Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) adalah merupakan penyebab terbanyak untuk morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia dan menghasilkan beban ekonomi dan sosial secara substansial dan meningkat.
Pada PPOK saat ini dianggap sebagai patologi non-infektif kedua yang paling sering di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa sekitar 2,75 juta kematian disebabkan setiap tahun oleh PPOK dan ramalan oleh World Health Report (2000) memperkirakan bahwa angka ini akan berlipat ganda dalam tahun 2030.


Penyakit Paru Obstruktif Menahun - PPOM

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) merupakan sekelompok penyakit paru dengan etiologi tak jelas, yang ditandai oleh perlambatan aliran udara yang bersifat menetap pada waktu ekspirasi paksa.
PPOM yang terdiri dari bronkitis kronis, emfisema paru/bentukan campuran merupakan penyakit kronik saluran nafas yang ireversibel, berlangsung secara lambat dan progresif. Bronkitis kronis dan emfisema paru merupakan dua jenis proses yang berbeda, tapi kedua penyakit ini sering ditemukan bersama-sama pada penderita PPOM. Berbagai faktor berpengaruh untuk menimbulkan PPOM, tetapi faktor merokok dan polusi udara merupakan 2 faktor yang sangat berperan untuk menimbulkan PPOM.



Skleroderma

Skleroderma adalah merupakan suatu model dari penyakit fibrotik kulit, yang ditandai dengan adanya pengerasan dan penebalan kulit. Manisfestasi dari skleroderma bisa dalam bentuk sistemik dan lokal. Progressive Systemic sclerosis (PSS) adalah merupakan kerusakan jaringan konektif secara menyeluruh. Proses fibrotik tidak hanya berpengaruh pada kulit tetapi juga pada hati, jantung, ginjal dan traktus Gastrointestinal.


Decompensatio Cordis

Penyakit Jantung dan pembuluh darah di Indonesia sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat, sebagaimana diketahui dari SKRT (Survai Kesehatan Rumah Tangga) tahun 1992 dan tahun 1995 penyakit jantung dan pembuluh darh menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian (Anonim, 1998). Walaupun angka-angka yang pasti belum ada untuk seluruh Indonesia, tetapi dengan perubahan pola hidup masyarakat yang modern serta kemajuan fasilitas kesehatan dapat diperkirakan jumlah penderita gagal jantung akan bertambah setiap tahunnya.


Asam Lambung Tidak Menyebabkan Esofagitis ?

Dari studi yang di jabarkan di bawah ini, disimpulkan suatu pernyataan yang menarik, meskipun studi ini merupakan studi awal dan dilakukan pada hewan. Pernyataannya adalah seperti ini: “Esofagitis yang terjadi pada penderita GERD (gastro esophageal reflux disease) sebenarnya bukan akibat langsung karena asam lambung/asam empedu yang menyebabkan kerusakan esofagus, melainkan karena reaksi imun yang terjadi”.


Pengelolaan dan Pengobatan Hipertiroidi

Hipertiroidi (penyakit Graves, PG) atau juga disebut tirotoksikosis adalah suatu keadaan akibat peningkatan kadar hormon tiroid bebas dalam darah. PG pertama kali dilaporkan oleh Parry pada tahun 1825, kemudian Graves pada tahun 1835 dan disusul oleh Basedow pada tahun 1840. Distribusi jenis kelamin dan umur pada penyakit hipertiroidi amat bervariasi dari berbagai klinik. Perbandingan wanita dan laki-laki yang didapat di RSUP Palembang adalah 3,1: 1 di RSCM Jakarta adalah 6: 1, di RS. Dr. Soetomo 8: 1 dan di RSHS Bandung 10 :1.1 Sedangkan distribusi menumt umur di RSUP Palembang yang terbanyak adalah pada usia 21-30 tahuii (41,73%), tetapi menurut beberapa penulis lain puncaknya antara 30-40 tahun.


Obat Penurun Lipid



Berikut adalah Tabel Golongan obat-obatan penurun lipid atau kolesterol dalam darah dengan perkiraan prosentase penurunan dari kolesterol total dan trigliserid dalam darah, serta ada keterangan penerimaan pasien terhadap obat tersebut baik, buruk atau sedang dan juga keamanan dalam pemberian jangka panjang terhadap pasien.


Pengaruh Minyak Ikan Pada Tekanan Darah

Suatu penelitian acak atas populasi yang terdiri dari 156 pria dan wanita penderita hipertensi ringan yang belum pernah diobati di Oslo, Norwegia, telah dilakukan untuk melihat pengaruh asam lemak tak jenuh dalam ikan (fish oil) terhadap tekanan darah.
Para pasien diberi 6 g asam eikosapentanoat dan asam dokosahexanoat 85%, atau 8 g minyak jagung perhari; ternyata tekanan darah sistolik rata-rata turun sebesar 4,6 mmHg (p — 0,002) dan tekanan diastolik rata-rata turun sebesar 3.0 mmHg (p — 0,0002) pada kelompok fish oil, sedangkan pads kelompok minyak jagung tidak ditemukan penurunan tekanan darah yang bermakna.


Terapi Rasional Tuberkulosis Paru

Seratus tahun setelah ditemukannya kuman Tuberkulosis (TB) oleh Robert Koch, dan hampir 40 tahun sesudah penemuan streptomisin, WHO berani memberi komentar, bahwa: "Negaranegara maju telah berhasil dalam pemberantasan TB selama lebih dari tiga dekade terakhir. Namun sebaliknya di kebanyakan negara-negara berkembang TB paru masih merupakan masalah, karena perbaikan dalam bidang epidemiologi masih sangat kurang". Diperkirakan bahwa tiap tahun sekitar 10 juta orang menderita TB dan sekurang-kurangnya 3 juta orang meninggal akibat TB. Risiko mendapatkan TB di negara-negara berkembang sekitar 20-50 kali lebih besar dari pada di negaranegara maju (WHO, 1982).


Diagnosis Tuberkulosis Paru

Arifin Nawas
UPF Paru Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta
Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, khas ditandai dengan terjadinya pembentukan granuloma dan nekrosis. Infeksi ini paling sering mengenai paru, akan tetapi dapat juga meluas mengenai organorgan tertentu.
Cara penularan TB paru dapat terjadi secara langsung melalui percikan dahak yang mengandung kuman TB, terisap oleh orang sehat melalui jalan napas dan kemudian berkembang biak di paru. Dapat juga terjadi secara tidak langsung bila dahak yang dibatukkan penderita ke lantai atau tanah kemudian mengering dan menyatu dengan debu, lalu beterbangan di udara; bila terisap orang sehat akan dapat menjadi sakit. Berdasarkan cara-cara penularan ini, TB paru juga dimasukkan dalam golongan airbone disease.


Hiperglikemia Pada Stroke Perdarahan: Prevalensi, Komorbiditas dan PerannyaSebagai Faktor Prognosis

Peningkatan glukosa darah terjadi dalam fase awal stroke. Penelitian sebelumnya, secara umum fokus pada stroke nonhemoragi. Studi tentang hiperglikemia pada stroke hemoragi akut masih terbatas. Metode: Analisis dilakukan untuk data sekunder dari 78 pasien stroke hemoragi. Analisis data secara deskriptif. Data yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Paket statistik digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Data diperoleh dari 78 kasus stroke hemoragik. Usia rata-rata 57,8 tahun. Saat ini, penderita hiperglikemia terdapat 22 (28,2%) kasus. Komorbiditas yang paling umum adalah hipertensi dan dislipidemia. Tingkat kematian adalah 15,2%. Tidak ada bukti menunjukkan bahwa tingkat glukosa darah secara signifikan lebih tinggi dalam kasus yang fatal. Perhitungan leukosit secara signifikan lebih tinggi pada kasus yang fatal. Kesimpulan: Hiperglikemia merupakan kondisi yang sangat umum dalam stroke akut. Pemahaman dari klinis akan sangat penting. Studi ini tidak menunjukkan korelasi dari hiperglikemia dengan kematian di rumah sakit.


Peran USG Sebagai Alat Bantu Diagnostik Pada Penyakit Demam Berdarah Dewasa

Perubahan patofisiologi yang penting pada penyakit demam berdarah (DBD) adalah permeabilitas kapiler yang meningkat sehingga menimbulkan kebocoran cairan plasma dari intravaskular ke ruang ekstravaskular. Menemukan secara awal adanya kebocoran plasma merupakan salah satu bentuk antisipasi terhadap terjadinya syok hipovolemik. Pemeriksaan hematokrit tidak selalu dapat diharapkan memberikan informasi adanya ekstravasasi. Pemeriksaan USG merupakan alternatif untuk mengetahui adanya ekstravasasi cairan. Tujuan penelitian. (1) Mengetahui gambaran USG pada pasien DBD berkaitan dengan peningkatan permeabilitas vaskular, (2) Mengetahui nilai diagnostik peningkatan hematokrit >20% pada pasien dengan DBD dewasa. Rancangan penelitian. Deskriptif analitik Subyek penelitian. Sebanyak 60 pasien DBD dewasa di RS RK Charitas, Palembang, selama selama periode bulan Juli 2005 s/d Juli 2006 dilibatkan dalam penelitian. Analisis statistik. Data dianalisis menggunakan uji t-test dan korelasi Pearson Hasil penelitian. (1) Adanya ekstravasasi plasma dijumpai berupa penebalan dinding kandung empedu (76,7%), asites (56,7%), efusi pleura (48,3%), (2) Nilai diagnostik peningkatan hematokrit >20% dalam membantu menentukan adanya hemokonsentrasi memiliki sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value dan negative predictive value adalah; 42,0%, 81,8%, 80% dan 45%. Kesimpulan. (1) Pemeriksaan USG dapat membantu dalam menemukan adanya ekstravasasi plasma pada penderita DBD, (2) Peningkatan hematokrit >20% memiliki spesifisitas cukup tinggi namun nilai sensitivitasnya rendah.


Resistensi Insulin dan disfungsi sel Beta pada Subyek Obesitas dengan Dysglycemia

Sebagian besar subyek obesitas ditemukan resistensi insulin walaupun demikian tidak semua subyek obesitas menjadi toleransi glukosa terganggu ataupun diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai resistensi insulin pada subyek dengan dysglycemia. Subyek dan cara penelitian. Setelah berpuasa selama 12 jam dilakukan TTGO dan pemeriksaan insulin puasa. Hasil TTGO dibagi atas toleransi glukosa normal (TGN), toleransi glukosa terganggu (TGT), dan diabetes melitus. Resistensi insulin diukur berdasarkan HOMA IR, sedangkan disfungsi sel beta berdasarkan HOMA β. Hasil penelitian. Sebanyak 163 subyek dapat diperiksa, terdiri atas 30 subyek TGN (18,4%), 65 subyek TGT (39,9%), dan 68 subyek HPBG (41,7%). Tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar HOMA IR diantara ketiga kelompok, masing-masing 1.69±1.38; 2.11±1.32; 1.76±1.02 (p=0.165). Sebaliknya terdapat perbedaan bermakna kadar HOMA β antara ketiga kelompok dengan kadar terendah pada diabetes melitus yaitu masing-masing 142.85±108.55; 116.61±90.50; 66,45±44.30 (p=0.000) Kesimpulan. Tingkat resistensi insulin pada TGN, TGT dan diabetes melitus tidak berbeda, sebaliknya fungsi sel beta pankreas menurun pada mereka yang menderita diabetes melitus, terutama disglikemi.


Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus

Penemuan insulin lebih dan 80 tahun yang lalu merupakan salah satu penemuan terbesar dalam dunia kedokteran pada abad ke-20. Saat in penggunaan insulin mengalami kemajuan yang pesat. Beberapa kemajuan itu antara lain dalam hal jumlah penggunaan insulin per pasien, perbaikan mutu insulin, dan cara penggunaan insulin. Penemuan insulin dimulai dan jenis yang belum dapat dibuat dengan murni, kemudian insulin manusia yang dibuat dengan rekayasa genetika, sampai insulin analog dengan farmakokinetik menyerupai insulin endogen. Diabetes melitus tipe 2 (DMT 2) merupakan penyakit progresif dengan karakteristik penurunan fungsi sel beta pankreas. Seiring meningkatnya angka kejadian DMT 2, terutama pada orang berusia relatif muda dan kemungkinan usia hidup masih panjang, maka semakin banyak pasien DMT 2 dengan defisiensi insulin. Pada kasus-kasus tersebut, akan dibutuhkan insulin dalam penatalaksanaannya.


Diare Akut

Diare akut adalah diare yang berlangsung ≤ 14 hari. Penyebab diare akut dapat berupa infeksi ataupun noninfeksi. Secara patofisiologi, diare akut dapat dibagi menjadi diare inflamasi dan noninflamasi. Berbagai patogen spesifik dapat menimbulkan diare akut. Diare juga dapat terjadi pada pasien immunocompromised dan pasien yang di rawat di rumah sakit. Untuk mendiagnosis diare akut diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai. Terapi terpenting pada diare akut adalah rehidrasi, lebih disenangi melalui rute oral dengan larutan yang mengandung air, garam, dan gula. Terapi antimikrobial empiris hanya diperlukan pada keadaan khusus.


Diagnosis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Secara Klinis











Gastroesophageal Reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi dimana cairan lambung mengalami refluks ke esofagus sehingga menimbulkan gejala khas berupa rasa terbakar, nyeri di dada, regurgitasi dan komplikasi. GERD merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas, kualitas hidup. Anamnesis gejala klinis tipikal, adanya faktor risiko dan test PPI dapat menegakkan diagnosis GERD lebih dini sehingga komplikasi dapat dicegah. Penatalaksanaan GERD dapat berupa pengobatan non farmakologis seperti mengubah gaya hidup diperlukan dalam penatalaksanaan pasien. Penggunaan PPI diperlukan untuk mengurangi gejala refluks. Untuk pasien yang sudah lanjut mengalami komplikasi penggunaan PPI setiap hari diperlukan.


Hiperparatiroidisme Primer


Hiperparatiroidisme primer adalah suatu keadaan di mana ditemukan kelebihan produksi hormon paratiroid (parathyroid hormone, PTH) yang tidak teregulasi akibat hiperfungsi pada kelenjar paratiroid dan merupakan penyebab utama terjadinya hypercalcemia. Insiden hiperparatiroidisme primer ratarata 42 kasus per 100.000 populasi, dan meningkat dengan bertambahnya usia, terutama ada wanita. Etiologi yang paling sering adalah adenoma pada satu kelenjar paratiroid (±80%) kasus dan hiperplasia kelenjar paratiroid yang multipel (12-15% kasus). Sebagian besar hiperparatiroidisme primer bersifat asimptomatik, beberapa penderita mengeluhkan gejala neurocognitive yang samar-samar, seperti depresi, mudah lelah, kelemahan pada otot proksimal, dan lesu, sehingga sering tidak terdiagnosis. Diagnosis hiperparatiroidisme primer ditegakkan berdasarkan peningkatan kadar PTH dan kalsium dalam darah. Pemeriksaan pencitraan jarang dilakukan untuk mendiagnosis hiperparatiroidisme primer, biasanya dilakukan untuk menentukan lokasi kelenjar paratiroid yang mengalami kelainan pada saat preoperatif. Penatalaksanaan hiperparatiroidisme primer meliputi cara pembedahan dan nonbedah, di mana cara pembedahan merupakan pilihan terbaik.








Diagnosis Dan Terapi Cairan Pada Demam Berdarah Dengue

Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini, infeksi virus Dengue tetap menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi DBD oleh World Health Organization (WHO) 2001 yang mengindikasikan tingginya angka perawatan rumah sakit dan kematian akibat DBD, khususnya pada anak. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan pada tahun 2006 (dibandingkan tahun 2005) terdapat peningkatan jumlah penduduk, provinsi dan kecamatan yang terjangkit penyakit ini, dengan case fatality rate sebesar 1,01% (2007). Sampai saat ini, belum ada terapi yang spesifik untuk DBD, prinsip utama dalam terapi DBD adalah terapi suportif, yakni pemberian cairan pengganti.6 Dengan memahami patogenesis, perjalanan penyakit, gambaran klinis dan pemeriksaan laboratorium, diharapkan penatalaksanaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.