Blog Archive
fblike
balacinema
Balaguris89
widgeonline dan amungonline kirteng
networkedblogs
iklan adsensecamp
Tampilkan postingan dengan label Pulmonologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulmonologi. Tampilkan semua postingan
Kumpulan Artikel Pulmonologi
Ini adalah modul jurnal dalam bentuk file berformat PDF yang mungkin bisa berguna untuk kawan-kawan semua, agar selalu bisa membaca dan selalu belajar..silahkan cek untuk mengetahui apa isi dari modul tersebut.
Pengobatan Asma Bronkial 2010
Seminar Sehari Pulmonologi 2010 - Pengobatan Asma Bronkial
( The Latest Therapy of Asma Bronchiale )
( The Latest Therapy of Asma Bronchiale )
Dr. Yusrizal Djam’an Saleh SpP.FCCP
IDI Purwokerto, 25 Juli 2010
IDI Purwokerto, 25 Juli 2010
Erdosteine, Cara Terkini Untuk Pengobatan PPOK
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau Penyakit Paru Obstrutif Kronis (PPOK) atau juga disebut Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) adalah merupakan penyebab terbanyak untuk morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia dan menghasilkan beban ekonomi dan sosial secara substansial dan meningkat.
Pada PPOK saat ini dianggap sebagai patologi non-infektif kedua yang paling sering di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa sekitar 2,75 juta kematian disebabkan setiap tahun oleh PPOK dan ramalan oleh World Health Report (2000) memperkirakan bahwa angka ini akan berlipat ganda dalam tahun 2030.
Penyakit Paru Obstruktif Menahun - PPOM
Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) merupakan sekelompok penyakit paru dengan etiologi tak jelas, yang ditandai oleh perlambatan aliran udara yang bersifat menetap pada waktu ekspirasi paksa.
PPOM yang terdiri dari bronkitis kronis, emfisema paru/bentukan campuran merupakan penyakit kronik saluran nafas yang ireversibel, berlangsung secara lambat dan progresif. Bronkitis kronis dan emfisema paru merupakan dua jenis proses yang berbeda, tapi kedua penyakit ini sering ditemukan bersama-sama pada penderita PPOM. Berbagai faktor berpengaruh untuk menimbulkan PPOM, tetapi faktor merokok dan polusi udara merupakan 2 faktor yang sangat berperan untuk menimbulkan PPOM.
Terapi Rasional Tuberkulosis Paru
Seratus tahun setelah ditemukannya kuman Tuberkulosis (TB) oleh Robert Koch, dan hampir 40 tahun sesudah penemuan streptomisin, WHO berani memberi komentar, bahwa: "Negaranegara maju telah berhasil dalam pemberantasan TB selama lebih dari tiga dekade terakhir. Namun sebaliknya di kebanyakan negara-negara berkembang TB paru masih merupakan masalah, karena perbaikan dalam bidang epidemiologi masih sangat kurang". Diperkirakan bahwa tiap tahun sekitar 10 juta orang menderita TB dan sekurang-kurangnya 3 juta orang meninggal akibat TB. Risiko mendapatkan TB di negara-negara berkembang sekitar 20-50 kali lebih besar dari pada di negaranegara maju (WHO, 1982).
Diagnosis Tuberkulosis Paru
Arifin Nawas
UPF Paru Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta
UPF Paru Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta
Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, khas ditandai dengan terjadinya pembentukan granuloma dan nekrosis. Infeksi ini paling sering mengenai paru, akan tetapi dapat juga meluas mengenai organorgan tertentu.
Cara penularan TB paru dapat terjadi secara langsung melalui percikan dahak yang mengandung kuman TB, terisap oleh orang sehat melalui jalan napas dan kemudian berkembang biak di paru. Dapat juga terjadi secara tidak langsung bila dahak yang dibatukkan penderita ke lantai atau tanah kemudian mengering dan menyatu dengan debu, lalu beterbangan di udara; bila terisap orang sehat akan dapat menjadi sakit. Berdasarkan cara-cara penularan ini, TB paru juga dimasukkan dalam golongan airbone disease.
Cara penularan TB paru dapat terjadi secara langsung melalui percikan dahak yang mengandung kuman TB, terisap oleh orang sehat melalui jalan napas dan kemudian berkembang biak di paru. Dapat juga terjadi secara tidak langsung bila dahak yang dibatukkan penderita ke lantai atau tanah kemudian mengering dan menyatu dengan debu, lalu beterbangan di udara; bila terisap orang sehat akan dapat menjadi sakit. Berdasarkan cara-cara penularan ini, TB paru juga dimasukkan dalam golongan airbone disease.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Ageing
(1)
Alergi
(4)
Asma bronkial
(2)
Bedah
(6)
Bedah Digestif
(2)
Cardiology
(1)
COPD
(1)
Dermato Venerology
(9)
Diabetes Melitus
(4)
Emergency
(3)
Farmakologi
(1)
Fisiologi
(1)
GCS
(1)
Generals
(33)
GIT Tract
(8)
Herbal
(1)
Imunologi
(2)
Infertilitas
(1)
Infos
(2)
Interna
(31)
Jurnal Kedokteran
(34)
Kelainan Genetik
(1)
Masalah Pria
(1)
Masalah Wanita
(1)
Mentalic
(1)
Mineral
(1)
Neurology
(6)
Neurology - Penyakit Saraf
(6)
Nutrisi dan Gizi
(2)
Obstetri dan Ginekologi
(3)
Pediatri
(5)
Pengobatan dan Obat-obatan Alternatif
(1)
Penis
(2)
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
(1)
Penyakit Kulit dan Kelamin
(1)
Penyakit Menular
(6)
Praktis
(8)
Pulmonologi
(7)
Radiologi
(1)
Request
(1)
research
(1)
Rumah Sakit
(1)
Sinusitis
(1)
Suplemen makanan
(2)
TBC - Tuberculosis Paru
(4)
Terapi
(1)
THT
(3)
Trauma Kepala
(1)
Tropical Disease
(1)
Urologi
(1)
Vagina
(1)
Vitamin
(1)
