translate

English French Japanese Arabic Chinese Simplified

Masukkan email untuk berlangganan:

Blog Archive

fblike

balacinema

Balaguris89

IDIonline

Membership P2KB IDI

widgeonline dan amungonline kirteng

bg banner dan widgeopr

networkedblogs

iklan adsensecamp

Tampilkan postingan dengan label Imunologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imunologi. Tampilkan semua postingan

Infeksi Nosokomial

Penyakit infeksi merupakan permasalahan besar yang dihadapi oleh Rumah Sakit, baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Infeksi Nosokomial merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendaliannya. Laporan WHO tahun 1986 tentang surveinya di 47 Rumah Sakit di 14 negara, ainfeksi nosokomial menjangkau paling sedikit 9% (variasi 3%-21%) dimana 18% pasien mengalami kondisi kronis. Infeksi osokomial dapat terjadi baik di negara industri maupun negara berkembang dan sebagian besar masalah dan kendala yang dihadapi hampir sama untuk seluruh Rumah Sakit. Tummbeleka AR (1999) melaporkan hasil survailens infeksi nosokomial di RSCM 1991-1998 prevalensinya antara 1,1-3%, dan ternyata lebih rendah dari angka berbagai negara yang berkisar 3,3-9,2%, kecuali jika terdapat tendensi penurunan prevalensi luas dari tahun ke tahun. Penyakit Infeksi Nosokomial adalah infeksi yang diperoleh seseorang di Rumah Sakit, belum dijumpai saat seseorang masuk Rumah Sakit, dan tidak dalam masa inkubasi penyakit tersebut.


Allergic Drug Eruption

Definisi dari erupsi obat alergik atau allergic drug eruption ialah reaksi alergik pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat. Dari anamnesa penderita didapatkan keluhan, yaitu muncul sisik di seluruh tubuh yang didahului dengan kulit berwarna merah dan gatal, karena minum jamu. Dan pada pemeriksaan klinis didapatkan deskuamasi dengan patch eritema diseluruh tubuh, hal ini dapat dijadikan dasar untuk mendiagnosa erupsi obat.